Penanganan Terkini Di Rumah  Anak Dengan Gangguan Emosi dan Temperamen Tinggi


Penanganan Terkini Di Rumah  Anak Dengan Gangguan Emosi dan Temperamen Tinggi

  1. Membicarakannya. Tetaplah tenang untuk menghadapi kemarahan dengan benar. Hal terburuk yang Orang tua dapat lakukan adalah menghadapi luapan kemarahan anak dengan luapan kemarahan juga. Anak membutuhkan pengaruh yang tenang, terutama saat sedang marah, dan jika Anda tidak bisa menyediakannya, Anda tidak bisa mengharapakan mereka untuk tenang. Ambil nafas dalam-dalam dan tunggu beberapa detik sebelum memutuskan untuk mengambil respon.
  2. Pastikan Anak mempunyai apa yang dia butuhkan. Ingatlah bahwa kemarahan anak Anda bukanlah cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan apa yang “mereka inginkan”, tapi bisa jadi sebagai akibat dari frutrasi, kurangnya kebutuhan akan perhatian Anda, atau bahkan masalah fisik seperti tekanan darah rendah, kesakitan atau masalah pencernaan. Mungkin anak Anda sedang tumbuh gigi, popoknya kotor atau butuh tidur siang. Pada kasus seperti ini, jangan pernah mencoba untuk bernegosiasi dengan Anak, tapi cukup dengan memberikan apa yang mereka butuhkan dan kemarahan akan reda.Akan sangat umum jika anak melempar kemarahan saat mereka mengantuk. Waktu tidur siang yang terjadwal dapat membantu mencegah berulangnya kemarahan jika hal ini tampaknya sebagai penyebab.Jika Anda sedang bepergian dan mengajak Anak Anda, bawalah selalu cemilan sehat, jadi dia tidak akan meluapkan kemarahan saat dia lapar.
  3. Tanyakan apa yang terjadi. Anak hanya ingin didengar, dan meluapkan kemarahan seringkali menjadi cara terbaik yang mereka ketahiu untuk mengespresikan diri mereka. Menyikapi Anak Anda dengan serius dengan bertanya apa yang terjadi dan mendengarkan sebagai repon kemarahan dapat membantu. Pegang Anak Anda dan beri mereka perhatian penuh sehingga mereka punya waktu untuk menjelaskan.Bukan berarti bahwa Anda harus menyerah pada apapun keinginan Anak Anda. Poinnya adalah dengan cukup mendengarkan Anak Anda dengan cara yang terhormat, seperti yang Anda lakukan pada orang lain. Baik Anak Anda butuh mainan baru atau tidak mau berangkat ke sekolah, mereka mempunyai hak untuk mengekspresikannya.
  4. Beri alasan yang jelas, bukan hanya dengan berkata “tidak” dan “karena saya berkata demikian” biarkannya menjelaskan apa alasannya, membuat anak frustrasi. Anda tidak perlu memberikan alasan panjang-lebar, tapi menyediakan alasan bagi tindakan Anda akan membantu Anak berpikir jernih dan merasa lebih terkontrol pada situasi.Sebagai contoh, jika Anda berada di Toko Kelontong dan Anak Anda meluapkan kemarahan karena dia menginginkan sereal manis, ingatkan dia bahwa dia menyukai oatmeal dan buah untuk sarapan, jadi tidak perlu membeli sereal juga.
  5. Tawarkan Anak Anda strategi meniru. Sebagai contoh, anak laki-laki/anak perempuan Anda ingin es krim, tapi waktunya terlalu dekat dengan makan malam. Katakan:”Johnny/Alexis, kamu menjadi benar-benar marah sekarang. Tenang, atau kamu harus pergi ke kamarmu.” Anda telah memberi mereka pilihan: mengontrol dirinya sendiri atau, jika dia tidak bisa, pindah kan ke tempat dimana dia tidak bisa mempengaruhi Anak lainnya. Jika dia membuat pilihan yang tepat (untuk tenang), ingat untuk memujinya: “Kamu meminta es krim dan Saya menjawab tidak. Saya mau mengucapkan terima kasih karena kamu menjawab tidak.”Sebaliknya, berikan konsekuansi dan luruskan jika di memilih untuk marah. Bimbing dia ke kamarnya dan tegaskan bahwa dia akan tetap berada di sana sampai dia tenang, sebagai contoh. Hal ini lebih mudah dengan anak usia dua tahun daripada delapan tahun, jadi semakin dini Anda memulai proses pembelajarannya, akan semakin baik.
  6. Tahan Sikap Anda. Berempatilah tapi tegas ketika berbicara dengan Anak Anda, dan sekali Anda memberikan penjelasan dengan tenang, jangan mundur. Anak Anda mungkin tidak menjadi tenang dengan seketika, tapi dia akan ingat bahwa meluapkan kemarahan tidak akan mengarah kepada hasil yang memuaskan. Lain kali saat Anak Anda menginginkan sesuatu, dia akan cenderung untuk tidak mengamuk.
  7. Ambil langkah untuk mencegah cidera. Beberapa anak dapat menjadi sangat aktif ketika sedang marah. Jika hal ini terjadi, singkirkan benda-benda berbahaya dari tempatnya atau arahkan ke tempat aman.Cobalah untuk menghindari menahan Anak saat dia marah, tapi kadang hal ini perlu dan menenangkan. Bersikaplah lembut (jangan gunakan tenaga berlebihan), tapi peganglah dia dengan tegas. Berbicaralah dengan meyakinkan kepada Anak, terutama jika kemarahannya sebagai akibat dari kekecewaan, frustrasi, atau lingkungan yang tidak dikenalnya.
  8. Jangan kehilangan kesabaran. Sangat penting untuk memberi contoh perilaku pada Anak Anda. Jika Anda kehilangan kesabaran dan mulai berteriak dan meluapkan kemarahan gaya orang dewasa Anda, Anak Anda akan melihat bahwa ini adalah perilaku yang dapat diterima di rumah Anda. Tidak mudah untuk dilakukan, tapi dengan tetap tenang dan menguasai diri adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri dan Anak Anda. Luangkan beberapa menit untuk mendinginkan suasana bagi diri sendiri jika diperlukan. Biarkan pasangan Anda atau orang lain yang bertanggung jawab untuk menjaga Anak Anda ketika Anda sedang menenangkan diri. Tempatkan Anak Anda di kamarnya dengan pagar di depan pintu jika diperlukan.Jangan memukul atau berteriak kepada Anak Anda. Kehilangan kendali diri dengan cara ini hanya akan membuat Anak merasa bingung dan takut kepada Anda. Ini akan mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan kurangnya rasa percaya.Memberi contoh cara yang baik berkomunikasi dan menangani frustrasi dalam hubungan dengan pasangan Anda juga sangat penting. Hindari bertengkar di depan Anak Anda , atau marah jika hal tidak berjalan seperti yang Anda inginkan.
  9. Bantu Anak Anda untuk merasakan dicintai apapun kondisinya.Kadang, Anak meluapkan kemarahan karena mereka hanya ingin cinta dan perhatian lebih. Pengurangan kasih sayang bukan merupakan kebijakan yang baik saat mendisiplinkan Anak. Apapun yang terjadi, Anak Anda seharusnya tahu kalu Anda mencintai mereka tak peduli apapun kondisinya.Hindari memarahi Anak atau berkata “Saya sangat kecewa padamu” ketika dia sedang meluapkan kemarahan.Peluk Anak Anda dan katakan “Aku menyanyangimu,” bahkan jika Anda sedang sangat frustrasi dengan tingkah lakunya.

Mencoba Kebijakan Waktu Habis

  • Gunakan kebijakan waktu habis selama masa krisis. Hindari untuk beralasan dengan Anak yang sedang berada di tengah luapan amarah penuh. Berikan dia waktu untuk melampiaskannya. Sebaliknya, berikan Anak susunan kata untuk mengungkapkan emosi yang sedang mereka alami. Gunakan kalimat seperti,”Kamu pasti merasa benar-benar frustrasi karena tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan sekarang,” atau, “Kamu pasti merasa sangat lelah setelah hari yang sangat panjang.” Hal ini tidak hanya membantu Anak untuk mencerna kata-kata ini nantinya, tapi menunjukkan empati tanpa harus menyerah. Pada titik ini, Anda mungkin menemukan bahwa pilihan terbaik adalah memberi Anak waktu sampai dia tenang.
  • Katakan kepada Anak Anda saatnya “waktu habis” atau “waktu tenang”. Jika Anak usia balita Anda sudah berada pada masa krisis penuh, dan tidak ada cara lain dia akan bersikap responsif dengan percakapan rasional, kadang waktu tenang adalah metode terbaik. Katakan padanya ini saatnya menjadi diam sampai dia bisa tenang dan merasa lebih baik.Tetap tenangkan diri Anda untuk menjadi contoh perilaku yang baik bagi Anak Anda.Jangan gunakan waktu diam sebagai hukuman atau ancaman, tapi gunakanlah sebagai cara untuk memberikan Anak Anda ruang sehingga dia bisa menjadi tenang.
  • Tempatkan dia di tempat aman. Tempat tidur anak atau tempat aman lainnya di rumah dimana Anda merasa nyaman meninggalkannya sendirian sementara waktu adalah yang terbaik. Tempat itu sebaiknya bebas dari gangguan seperti komputer, TV atau video game. Pilih tempat yang sepi dan tentram yang dapat member pengaruh perasaan tenang pada Anak.Jangan kunci Anak di dalam kamar. Hal ini dapat berbahaya dan dapat diartikan sebagai hukuman.
  • Jelaskan kepada Anak bahwa Anda akan berbicara dengan dia saat dia sudah tenang. Hal ini akan membantu Anak Anda untuk mengerti bahwa Anda mengabaikannya karena perilakunya tidak dapat diterima, bukan karena Anda tidak peduli padanya. Ketika Anak Anda sudah tenang, penuhi bagian Anda dengan mendiskusikan kemarahan dan keprihatinan Anak.
  • Berbicara jika sudah waktunya. Ketika Anak Anda tidak lagi memiliki kecocokan, bicarakan tentang apa yang terjadi. Tanpa memarahi Anak Anda atau dengan nada menuduh, tanyakan mengapa dia marah. Berikan pengertian yang jelas tentang cerita dari sisi Anda.Sangatlah penting untuk tidak memperlakukan Anak Anda sebagai musuh, meskipun Anda sedang marah kepadanya. Peluk Anak Anda dan berbicaralah dengan penuh kasih sayang bahkan ketika Anda menjelaskan bahwa kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan.
  • Konsisten. Anak membutuhkan struktur untuk merasa aman dan terlindungi akan hidup mereka. Jika mereka tidak pernah yakin akan apa yang akan terjadi jika mereka berperilaku dengan cara tertentu, mereka akan mulai berperilaku tidak pantas. Gunakan “waktu habis” atau “waktu diam” setiap kali Anak Anda meluapkan kemarahan. Dia akan segera belajar bahwa berteriak dan menendang tidak seefektif membicarakan segala sesuatu.
  • Cobalah untuk mencatat trik waktu habis. Jika Anda merasa tidak nyaman menaruh Anak Anda di ruang atau tempat berbeda, Anda tetap bisa memfasilitasi waktu habis dengan cara mengalihkan perhatian Anda di tempat lain. Ketika Anak Anda sedang meluapkan kemarahan, katakan padanya Anda akan menuliskannya. Ambil buku jurnal dan tulislah apa yang terjadi dan bagaimana perasaan Anda. Minta kepada Anak Anda untuk memberitahu apa yang dia rasakan sehingga Anda bisa menuliskannya juga. Anak Anda mungkin ingin terlibat pada apa yang Anda lalukan, dan akan segera lupa untuk berteriak dan menangis.

Tahu Kapan Saatnya untuk Mendapat Bantuan AhliSunting

  • Lihat jika Anda dapat menangani Anak Anda. Beda Anak beda respon dengan metode pendisiplinan. Cobalah beberapa hal berbeda dan lihat mana yang tampaknya berhasil. Jika Anak Anda tetap meluapkan kemarahan tidak peduli apapun yang Anda lakukan, Anda mungkin ingin mendapat bantuan dari luar dari seorang dokter atau terapis., yang dapat memberi lebih banyak ide yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anak Anda.
  • Lihat apakah kemarahannya terkait dengan faktor lingkungan.Stimulan lingkungan tertentu dapat mengakibatkan Anak Anda memiliki lebih banyak kemarahan dari biasanya. Kadang Anak memiliki sensitifitas pada makanan tertentu (terutama gula), cahaya, kerumunan besar, musik, atau faktor lain yang dapat melukai mereka dan menyebabkan amarahnya meluap menjadi frustrasi.
  • Perhatikan waktu, kapan Anak Anda marah, dan lihat apakah kemarahannya itu terkait dengan sesuatu pada lingkungan. Singkirkan stimulan dan lihat apakah hal ini membantu.Dapatkan saran ahli jika Anda mengalami kesulitan mencari tahu apa yang menjadi penyebab kemarahan Anak.

Advertisements

Penanganan Terkini Dermatitis Seboroik Infantil atau Kerak Kepala

.

Cara Membersihkan Dermatitis Seboroik Infantil atau  Kerak Kepala Bayi 

Kerak kepala, yang juga disebut dermatitis seboroik infantil, adalah sepetak kulit bersisik yang berminyak dan tebal, berwarna putih, kuning, atau cokelat. Meskipun bisanya terjadi di kulit kepala, kerak juga bisa timbul di telinga, hidung, kelopak mata, dan selangkangan. Menurut dokter kondisi ini disebabkan karena kelenjar minyak dan folikel rambut pada kulit bayi memproduksi terlalu banyak minyak. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh jamur yang disebut ragi mallassezia yang tumbuh di kelenjar minyak di kulit kepala. Kerak kepala tidak menular, tidak disebabkan oleh alergi, dan biasanya tidak gatal. Kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, tetapi Anda dapat melakukan tindakan tertentu untuk mempercepat proses tersebut.
Menangani Kerak Kepala di Rumah

  • Gosokkan sedikit minyak mineral, minyak bayi atau petroleum jelly ke petak kulit yang bersisik. Biarkan minyak atau gel meresap ke kulit selama 15 menit. Minyak/gel akan melunakkan dan mengendurkan kerak sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Oleh karena bahan kimia dapat diserap melalui kulit, termasuk kulit kepala, pastikan Anda membaca label petunjuk yang tertera pada produk untuk memastikan bahwa produk tersebut aman untuk bayi.Jangan membiarkan minyak/gel menempel pada bayi terlalu lama karena hal ini akan menyebabkan kerak menjadi lengket dan sulit untuk lepas secara alami.Minyak kelapa dan shea butter adalah pengobatan alami yang umum dan dapat dipergunakan. Jangan menggunakan minyak zaitun karena dapat mendorong pertumbuhan ragi kulit, atau malassezia, dan ini justru membuat kerak kulit semakin buruk. Bersihkan minyak dengan air hangat.
  • Cucilah kepala bayi dengan hati-hati menggunakan sampo bayi yang lembut untuk menghilangkan minyak/gel dan kerak. Sampo juga akan menghilangkan minyak alami yang mungkin telah menumpuk dan menyebabkan sel kulit mati menempel di kulit kepala dan membentuk kerak. Saat menyampo kepala bayi, pijat kulit kepala untuk melunakkan dan mengendurkan kerak. Anda dapat melakukannya dengan jari, waslap, atau sisir bayi berbulu lembut. Jangan menggosok kulit bayi terlalu keras, atau kulit akan teriritasi.[6]Jangan menggunakan sampo antiketombe karena sampo semacam ini mungkin mengandung bahan kimia yang tidak disarankan untuk bayi dan dapat meresap melalui kulit.[7]Bilaslah sampo dari rambut bayi untuk mencegah iritasi dan dan cucilah kepala bayi setiap hari jika perlu.
  • Sikatlah kerak yang telah mengendur dari rambut bayi menggunakan sikat lembut. Helaian rambut mungkin ikut terlepas bersama kerak, tetapi rambut akan tumbuh kembali. Jangan mengeropeng kerak karena tindakan ini dapat menyebabkan luka terbuka yang akan membuat bayi rentan terhadap infeksi.[8]Menyikat kerak sampai lepas akan lebih mudah setelah mandi dan bayi dalam keadaan kering. Jika kerak basah, kerak akan menempel di rambut.

Menggunakan Pengobatan Alami untuk Membersihkan Kulit Kepala

  • Buatlah disinfektan lembut dari bahan obat alami seperti cuka apel atau soda kue. Larutan ini akan membantu mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.
  • Campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:2. Pijatkan larutan ini ke kerak kepala. Diamkan selama 15 menit atau sampai kering. Larutan akan membantu melarutkan dan mengendurkan kerak.
  • Campurkan pasta soda kue dan air. Gunakan 1-2 sendok teh soda kue dan air dengan perbandingan 1:1. Oleskan pasta ke area yang bermasalah dan biarkan pasta mengering di kulit kepala bayi selama 15 menit.Jangan mengoleskan cuka atau soda kue ke kulit yang terkelupas atau luka terbuka karena dapat menimbulkan rasa perih. Alih-alih, carilah bantuan medis dari dokter.
  • Sisirlah kerak menggunakan sisir bergigi rapat. Sisirlah rambut dengan lembut sambil mengangkat dan melepaskan kerak yang sudah mengendur perlahan.Serit (sisir untuk mencari kutu) sangat cocok untuk keperluan ini. Gigi sisir yang tipis dan rapat akan dapat menjerat bahkan kerak yang paling kecil.Jangan mengikis kerak yang masih menempel di kulit kepala karena akan menyakiti bayi.
  • Cucilah kepala bayi untuk membersihkan sisa-sisa cuka apel atau pasta soda kue. Berhati-hatilah agar cuka apel atau campuran soda kue tidak mengenai mata bayi.Gunakan sampo lembut yang telah terbukti aman untuk kulit sensitif bayi.

Mengetahui Kapan Harus Mencari Perawatan Profesional untuk Bayi

  • Carilah bantuan medis jika perawatan di rumah tidak menunjukkan hasil atau kondisi bayi memburuk. Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi harus dibawa ke dokter di antaranya:Gejala infeksi, seperti pendarahan, nanah merembes keluar dari balik kerak, atau kemerahan ekstrem, kesakitan, atau demam.Pembengkakan dan rasa gatal yang parah menyebabkan bayi menggaruk. Ini mungkin merupakan gejala kondisi kulit lain yang disebut eksem. Kerak kepala dapat terjadi di area tubuh selain kulit kepala, terutama wajah.
  • Patuhi pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Jika kerak kepala memburuk dan menimbulkan infeksi atau sangat meradang atau gatal, dokter mungkin meresepkan salah satu atau beberapa dari obat berikut untuk menangani infeksi dan mengurangi peradangan: AntibiotikKrim antijamurSampo antiketombe yang mengandung tar, bahan obat antijamur seperti ketoconazole atau selenium sulfidaKrim steroid ringan seperti krim hidrokortison 1%
  • Jangan menggunakan obat bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter. Krim steroid, obat antijamur, atau sampo antiketombe yang mengandung asam salisilat dapat membahayakan bayi jika diserap melalui kulit. Dokter mungkin menyarankan penggunaan krim steroid atau obat antijamur untuk menangani beberapa kasus, dan Anda harus selalu mengikuti instruksi yang diberikan.Sampo antiketombe yang mengandung asam salisilat pantang digunakan untuk bayi.Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan pengobatan alami yang mengandung bahan obat, seperti Calendula. Calendula bersifat antiseptik dan antiradang, tetapi konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya untuk bayi.

Peringatan

  • Minyak tea tree kemungkinan bersifat racun dan merupakan alergen bagi sebagian orang, jadi, tidak disarankan untuk bayi.
  • Berhati-hatilah dengan pengobatan di rumah yang menggunakan minyak kacang atau putih telur karena bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi.

3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

Penelitian di University of Kentucky meneliti  14.000 pria untuk memberikan pendapatnya. Dari jumlah tersebut, ternyata ada 45 persen pria yang mendambakan penis lebih panjang. Tetapi pilihan untuk menjalani operasi pembesaran penis atau penoplasty  ternyata bukanlah satu-satunya opsi. Tetnyata pria harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menjalani operasi. Obsesi pria dengan ukuran penis bisa menjadi gejala dari masalah psikologis yang serius. Kebanyakan pria yang mengira mereka memiliki penis kecil, padahal sebenarnya tidak. Hasil studi memang bisa bervariasi, namun penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penis tegak memiliki panjang berkisar dari 13-16 centimeter. Kebanyakan pria yang menganggap penis mereka terlalu kecil memiliki sindrom dismorfik penis. Bagi mereka, lebih baik mendatangi psikiater dan bukan ahli bedah.

3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

  1. Menata dan bercukur. “Memoles” rambut kemaluan bisa langsung membuat bagian vital pria terlihat lebih besar. Gunting atau pisau cukur, dan mulailah memangkas bulu yang menutupi bagian pangkal penis, hingga lebih banyak bidang yang bisa terlihat. Hal ini mungkin menjadi cara tercepat dan termudah yang bisa dilakukan, untuk melihat perubahan ukuran penis. Hanya dalam hitungan detik.
  2. Kurangi berat badan. Kelebihan berat badan tidak hanya membuat penis terlihat kerdil, tapi juga merusak kehidupan percintaan. Sebab, badan yang gemuk tentu akan mempersulit aktivitas seks. Perut buncit yang menganjal membuat pria tak bisa secara maksimal melakukan penetrasi penis terhadap pasangannya.  Jika saja, kelebijan lemak itu dapat dihilangkan, terutama pada areal yang menyelimuti tulang kemaluan, maka penis akan terlihat lebih panjang. Upaya pria gemuk untuk melakukan diet dan berolahraga teratur demi penurunan berat badan, diperkirakan mampu menambah panjang penis hingga 2,5 centimeter.
  3. Ginkgo Biloba. Ginkgo adalah tanaman yang berasal dari daratan China. Sejak ribuan tahun lalu, khasiat tanaman ini dipercaya dapat mengobati beragam masalah kesehatan. Salah satu khasiatnya yang paling dikenal adalah untuk mengatasi gangguan ingatan. Ginkgo mampu meningkatkan aliran darah ke penis. Hal ini membantu para pria yang mengalami kondisi sirkulasi darah yang buruk. Dengan aliran darah maksimal ke penis, maka ukuran penis pun menjadi lebih besar. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendasari saran ini, namun para periset di University of California menemukan fakta, gingko paling efektif membantu pria dengan disfungsi seksua

Gejala dan Penanganan Albinisme


Gejala dan Penanganan Albinisme

Albinisme adalah suatu kelainan yang terjadi sejak lahir yang mana penderitanya mengalami kekurangan melanin atau sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Kondisi ini menjadikan rambut, kulit, dan mata penderita terlihat berwarna sangat pucat, hingga cenderung putih.

Albinisme bisa diderita oleh kelompok etnis mana pun di dunia. Sebutan “albino” umumnya lebih akrab di telinga masyarakat yang merujuk kepada penderita kelainan ini. Meskipun albinisme tidak bisa disembuhkan seumur hidup, kondisi ini tidak mencegah penderitanya untuk bisa menjalani kehidupan secara normal.

  • Warna kulit dan rambut penderita albinisme berbeda-beda, tergantung dari tingkat melanin yang dihasilkan oleh tubuh. Meskipun penderita albinisme yang umum kita jumpai memiliki karakteristik kulit pucat dengan rambut pirang, ada juga sebagian yang memiliki rambut cokelat.
  • Akibat kekurangan pigmen melanin, kulit penderita albinisme mudah sekali terbakar jika terpapar sinar matahari secara langsung. Bagi penderita albinisme, paparan sinar matahari ini tidak boleh disepelekan karena bukan tidak mungkin bisa mengarah pada komplikasi yang lebih serius, yaitu kanker kulit.
  • Sedangkan pada mata, kekurangan pigmen melanin tidak hanya dapat mengubah warna iris (umumnya menjadi abu-abu atau biru pucat), tapi juga dapat menyebabkan pandangan menjadi terganggu serta sensitif terhadap cahaya. Beberapa contoh kondisi mata yang bisa timbul akibat albinisme adalah rabun dekat, rabun jauh, mata silindris, juling, dan nistagmus (gerakan ritmik tanpa kontrol) dari sisi ke sisi.
  • Gangguan penglihatan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam mempelajari gerakan, misalnya merangkak atau mengambil suatu objek. Sering kali anak-anak penderita albinisme terlihat kikuk akibat gangguan pada penglihatannya.

Penyebab 

  • Albinisme disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin oleh sel-sel melanocytes yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibat perubahan gen ini, produksi melanin menjadi terganggu (berkurang drastis atau tidak ada sama sekali).
  • Ada dua jenis albinisme yang utama, yaitu albinisme okular dan okulokutaneus. Albinisme okular merupakan jenis yang jarang ditemukan. Kondisi ini lebih berdampak pada penglihatan penderitanya ketimbang menyebabkan perubahan warna kulit, rambut, atau pun mata. Artinya, penderita hanya mengalami gangguan penglihatan saja. Namun secara penampilan, warna kulit, rambut, dan mata penderita seperti orang-orang normal, meski ada sebagian kecil yang terlihat sedikit lebih pucat. Albinisme okular disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom-X dan hampir sebagian besar penderitanya adalah laki-laki.
  • Sedangkan albinisme okulokutaneus merupakan jenis albinisme yang paling umum. Kondisi ini berdampak pada rambut, kulit, dan mata, dan sering disebut juga sebagai albinisme komplit. 

Berdasarkan ciri-ciri fisik penderitanya, albinisme okulokutaneus terbagi menjadi empat tipe, yaitu

  1. Tipe 1. Sejak lahir, penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna putih, serta mata berwarna biru. Kendati sebagian besar tidak menunjukkan peningkatan pigmentasi hingga dewasa, namun beberapa penderita ada yang mulai memproduksi melanin saat memasuki usia kanak-kanak.
  2. Tipe 2. Saat lahir, kulit penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan terlihat berwarna putih dengan mata berwarna cokelat atau abu-abu kebiruan. Rambut mereka berwarna kuning, cokelat kemerahan, atau merah. Seiring perkembangan usia, paparan sinar matahari dapat menimbulkan bintik-bintik, bercak berwarna cokelat (lentigo), atau bahkan tahi lalat pada kulit penderita. Albinisme okulokutaneus sebagian besar ditemukan pada orang-orang Amerika asli, Afrika-Amerika, dan orang-orang Afrika wilayah sub-Sahara.
  3. Tipe 3. Penderita albinisme okulokutaneus tipe ini umumnya memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna kemerahan, serta mata berwarna cokelat. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada orang-orang Afrika selatan.
  4. Tipe 4. Kondisi ini paling banyak diidap oleh orang-orang keturunan Asia Timur dan ciri-cirinya mirip Albinisme okulokutaneus tipe 2.

Ada penyakit gangguan genetik lainnya yang juga dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala mirip albinisme, meskipun tergolong langka. Penyakit tersebut adalah sindrom Chediak-Higashi dan sindrom Hemansky Pudlak.

Selain menyebabkan gejala mirip albinisme, sindrom Chediak-Higashi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena infeksi. Sedangkan sindrom Hermansky Pudlak dapat juga menyebabkan gangguan pendarahan.

  • Albinisme bisa didiagnosis langsung oleh dokter sejak penderita lahir melalui ciri-ciri fisik mereka (warna rambut, kulit, dan mata) sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan pada kategori gejala dan jenis-jenis albinisme.
  • Untuk mengetahui adanya masalah pada penglihatan, dokter spesialis mata bisa melakukan beberapa pemeriksaan, misalnya pemeriksaan dengan menggunakan alat khusus yang disebut slit lamp, pengecekan pupil, pemeriksaan bentuk lengkungan kornea untuk mendiagnosis silinder, pemeriksaan arah penglihatan mata untuk mendiagnosis juling, dan pemeriksaan gerakan mata untuk mendiagnosis nistagmus.

  • Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan albinisme, pengobatan atau perawatan ditujukan untuk memaksimalkan penglihatan penderita serta melindungi kulit mereka.
  • Sebagian besar bayi penderita albinisme akan mengalami gangguan penglihatan parah selama beberapa bulan pascalahir. Setelah itu, penglihatan akan berkembang secara signifikan meskipun tidak akan pernah mencapai level penglihatan normal. Oleh sebab itu, penderita albinisme biasanya seumur hidup harus memakai kacamata atau lensa kontak yang diresepkan oleh dokter spesialis mata sesuai dengan kondisi terkait, misalnya yang khusus untuk rabun jauh, rabun dekat, atau silinder, serta menjalani pemeriksaan mata secara rutin tiap tahunnya.
  • Bila penderita albinisme mengalami fotofobia (penglihatan sensitif terhadap sinar matahari), disarankan pemakaian kacamata yang mampu menangkal ultraviolet atau kacamata berlensa gelap.
  • Penanganan albinisme melalui jalur operasi biasanya jarang dilakukan. Namun untuk beberapa kondisi, seperti mata juling dan nistagmus, operasi perbaikan otot-otot mata bisa direkomendasikan agar kondisi-kondisi tersebut tidak terlihat secara jelas dari luar.
  • Selain pemeriksaan mata yang harus dilakukan rutin tiap tahun, pemeriksaan kulit juga tidak kalah pentingnya bagi penderita albinisme agar diketahui seberapa besar risiko mereka terkena kanker kulit, serta memberikan saran-saran pencegahannya.
  • Penderita albinisme, sebisa mungkin jangan melakukan aktivitas di luar rumah ketika cuaca sedang panas terik. Jika terpaksa pergi ke luar, selalu gunakan krim tabir surya serta pakaian yang bisa melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.

    Gejala dan Penanganan Albinisme


    Gejala dan Penanganan Albinisme

    Albinisme adalah suatu kelainan yang terjadi sejak lahir yang mana penderitanya mengalami kekurangan melanin atau sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Kondisi ini menjadikan rambut, kulit, dan mata penderita terlihat berwarna sangat pucat, hingga cenderung putih.

    Albinisme bisa diderita oleh kelompok etnis mana pun di dunia. Sebutan “albino” umumnya lebih akrab di telinga masyarakat yang merujuk kepada penderita kelainan ini. Meskipun albinisme tidak bisa disembuhkan seumur hidup, kondisi ini tidak mencegah penderitanya untuk bisa menjalani kehidupan secara normal.

    • Warna kulit dan rambut penderita albinisme berbeda-beda, tergantung dari tingkat melanin yang dihasilkan oleh tubuh. Meskipun penderita albinisme yang umum kita jumpai memiliki karakteristik kulit pucat dengan rambut pirang, ada juga sebagian yang memiliki rambut cokelat.
    • Akibat kekurangan pigmen melanin, kulit penderita albinisme mudah sekali terbakar jika terpapar sinar matahari secara langsung. Bagi penderita albinisme, paparan sinar matahari ini tidak boleh disepelekan karena bukan tidak mungkin bisa mengarah pada komplikasi yang lebih serius, yaitu kanker kulit.
    • Sedangkan pada mata, kekurangan pigmen melanin tidak hanya dapat mengubah warna iris (umumnya menjadi abu-abu atau biru pucat), tapi juga dapat menyebabkan pandangan menjadi terganggu serta sensitif terhadap cahaya. Beberapa contoh kondisi mata yang bisa timbul akibat albinisme adalah rabun dekat, rabun jauh, mata silindris, juling, dan nistagmus (gerakan ritmik tanpa kontrol) dari sisi ke sisi.
    • Gangguan penglihatan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam mempelajari gerakan, misalnya merangkak atau mengambil suatu objek. Sering kali anak-anak penderita albinisme terlihat kikuk akibat gangguan pada penglihatannya.

    Penyebab 

    • Albinisme disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin oleh sel-sel melanocytes yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibat perubahan gen ini, produksi melanin menjadi terganggu (berkurang drastis atau tidak ada sama sekali).
    • Ada dua jenis albinisme yang utama, yaitu albinisme okular dan okulokutaneus. Albinisme okular merupakan jenis yang jarang ditemukan. Kondisi ini lebih berdampak pada penglihatan penderitanya ketimbang menyebabkan perubahan warna kulit, rambut, atau pun mata. Artinya, penderita hanya mengalami gangguan penglihatan saja. Namun secara penampilan, warna kulit, rambut, dan mata penderita seperti orang-orang normal, meski ada sebagian kecil yang terlihat sedikit lebih pucat. Albinisme okular disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom-X dan hampir sebagian besar penderitanya adalah laki-laki.
    • Sedangkan albinisme okulokutaneus merupakan jenis albinisme yang paling umum. Kondisi ini berdampak pada rambut, kulit, dan mata, dan sering disebut juga sebagai albinisme komplit. 

    Berdasarkan ciri-ciri fisik penderitanya, albinisme okulokutaneus terbagi menjadi empat tipe, yaitu

    1. Tipe 1. Sejak lahir, penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna putih, serta mata berwarna biru. Kendati sebagian besar tidak menunjukkan peningkatan pigmentasi hingga dewasa, namun beberapa penderita ada yang mulai memproduksi melanin saat memasuki usia kanak-kanak.
    2. Tipe 2. Saat lahir, kulit penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan terlihat berwarna putih dengan mata berwarna cokelat atau abu-abu kebiruan. Rambut mereka berwarna kuning, cokelat kemerahan, atau merah. Seiring perkembangan usia, paparan sinar matahari dapat menimbulkan bintik-bintik, bercak berwarna cokelat (lentigo), atau bahkan tahi lalat pada kulit penderita. Albinisme okulokutaneus sebagian besar ditemukan pada orang-orang Amerika asli, Afrika-Amerika, dan orang-orang Afrika wilayah sub-Sahara.
    3. Tipe 3. Penderita albinisme okulokutaneus tipe ini umumnya memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna kemerahan, serta mata berwarna cokelat. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada orang-orang Afrika selatan.
    4. Tipe 4. Kondisi ini paling banyak diidap oleh orang-orang keturunan Asia Timur dan ciri-cirinya mirip Albinisme okulokutaneus tipe 2.

    Ada penyakit gangguan genetik lainnya yang juga dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala mirip albinisme, meskipun tergolong langka. Penyakit tersebut adalah sindrom Chediak-Higashi dan sindrom Hemansky Pudlak.

    Selain menyebabkan gejala mirip albinisme, sindrom Chediak-Higashi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena infeksi. Sedangkan sindrom Hermansky Pudlak dapat juga menyebabkan gangguan pendarahan.

    • Albinisme bisa didiagnosis langsung oleh dokter sejak penderita lahir melalui ciri-ciri fisik mereka (warna rambut, kulit, dan mata) sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan pada kategori gejala dan jenis-jenis albinisme.
    • Untuk mengetahui adanya masalah pada penglihatan, dokter spesialis mata bisa melakukan beberapa pemeriksaan, misalnya pemeriksaan dengan menggunakan alat khusus yang disebut slit lamp, pengecekan pupil, pemeriksaan bentuk lengkungan kornea untuk mendiagnosis silinder, pemeriksaan arah penglihatan mata untuk mendiagnosis juling, dan pemeriksaan gerakan mata untuk mendiagnosis nistagmus.

    • Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan albinisme, pengobatan atau perawatan ditujukan untuk memaksimalkan penglihatan penderita serta melindungi kulit mereka.
    • Sebagian besar bayi penderita albinisme akan mengalami gangguan penglihatan parah selama beberapa bulan pascalahir. Setelah itu, penglihatan akan berkembang secara signifikan meskipun tidak akan pernah mencapai level penglihatan normal. Oleh sebab itu, penderita albinisme biasanya seumur hidup harus memakai kacamata atau lensa kontak yang diresepkan oleh dokter spesialis mata sesuai dengan kondisi terkait, misalnya yang khusus untuk rabun jauh, rabun dekat, atau silinder, serta menjalani pemeriksaan mata secara rutin tiap tahunnya.
    • Bila penderita albinisme mengalami fotofobia (penglihatan sensitif terhadap sinar matahari), disarankan pemakaian kacamata yang mampu menangkal ultraviolet atau kacamata berlensa gelap.
    • Penanganan albinisme melalui jalur operasi biasanya jarang dilakukan. Namun untuk beberapa kondisi, seperti mata juling dan nistagmus, operasi perbaikan otot-otot mata bisa direkomendasikan agar kondisi-kondisi tersebut tidak terlihat secara jelas dari luar.
    • Selain pemeriksaan mata yang harus dilakukan rutin tiap tahun, pemeriksaan kulit juga tidak kalah pentingnya bagi penderita albinisme agar diketahui seberapa besar risiko mereka terkena kanker kulit, serta memberikan saran-saran pencegahannya.
    • Penderita albinisme, sebisa mungkin jangan melakukan aktivitas di luar rumah ketika cuaca sedang panas terik. Jika terpaksa pergi ke luar, selalu gunakan krim tabir surya serta pakaian yang bisa melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.

      Penyebab dan Penanganan Kebotakan atau Alopecia

      Penyebab dan Penanganan Kebotakan

      Botak atau istilah medisnya alopecia adalah kerontokan rambut yang umumnya bersifat permanen. Salah satu jenisnya adalah alopecia areata yang akan dibahas dalam artikel ini. Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem imun menyerang tubuhnya sendiri. Karena itu, kondisi ini tidak termasuk penyakit yang menular.

      Para pakar menduga bahwa faktor keturunan memiliki pengaruh besar sebagai pemicu kondisi ini. Jika memiliki anggota keluarga yang mengalami kebotakan, Anda berisiko mengidap kondisi yang sama. Kondisi autoimun lain seperti lupus atau diabetes tipe 1 juga berpotensi meningkatkan risiko kebotakan.

      • Kebotakan yang dialami bisa terjadi pada rambut di kepala maupun bagian tubuh lain. Tingkat keparahannya juga berbeda-beda, ada pitak di satu tempat dan ada yang sekaligus di beberapa bagian.
      • Gejala awal kebotakan adalah munculnya pitak pada rambut di kepala atau bagian lain, seperti alis atau jenggot. Ukuran pitak yang terbentuk juga beragam. Indikasi ini umumnya akan disertai peningkatan pada jumlah rambut yang rontok.
      • Selain rambut, kebotakan juga terkadang berpengaruh pada kuku jari tangan dan kaki. Contohnya, muncul bintik-bintik atau garis putih pada kuku, kuku yang berubah kusam dan kasar, serta ujung kuku yang bergelombang.

      • Kondisi ini umumnya dapat didiagnosis melalui pola kerontokan yang terjadi. Pemeriksaan akar rambut dan biopsi kulit juga terkadang akan dilakukan untuk memastikan diagnosis. Jika dibutuhkan, tes darah akan dianjurkan guna mengetahui apakah pasien mengidap penyakit autoimun lain.
      • Kebotakan termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Ada yang mengalaminya secara permanen, tapi ada juga rambut pengidap yang bisa tumbuh kembali.

      • Penanganan yang biasanya dijalani oleh pasien bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan rambut tersebut. 
      • Pemwbwrian Minoxidil. Sebagian besar pengidap baru merasakan manfaat obat ini setelah menggunakannya selama kira-kira empat bulan.
      • Kortikosteroid. Obat ini akan menekan sistem kekebalan tubuh dan tersedia dalam bentuk obat suntik, oles, dan minum. Sebagian besar pengidap yang menggunakan obat ini akan merasakan dampaknya dalam beberapa bulan.
      • Anthralin. Sama seperti kortikosteroid, obat ini akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Setelah dioles dan didiamkan selama maksimal satu jam, anthralin harus dicuci bersih agar kulit tidak mengalami iritasi.
      • Di samping penanganan medis, kebotakan juga bisa ditangani dengan wig (rambut palsu) yang berasal dari rambut asli maupun sintetis. Ini merupakan langkah paling praktis karena jenis serta bentuk wig yang tersedia juga bermacam-macam. Selain praktis, penggunaan wig dapat meningkatkan kepercayaan diri pengidap kebotakan yang sudah memengaruhi penampilan mereka.

      Gejala dan Penanganan Impetigo

      Gejala dan Penanganan Impetigo

      Impetigo merupakan suatu penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri. Penularan penyakit ini bisa terjadi secara langsung melalui sentuhan kulit dengan kulit atau melalui barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.

      Umumnya kondisi ini lebih banyak diidap oleh anak-anak daripada orang dewasa karena lingkungan mereka lebih menunjang untuk terjadinya interaksi fisik dengan teman-teman sebaya mereka, seperti di sekolah atau taman bermain.

      • Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi menjadi dua, yaitu jenis bulosa dan nonbulosa. Impetigo bulosa ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Sedangkan impetigo nonbulosa ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.
      • Selain gejala yang tampak pada kulit, ada juga gejala lain yang dapat menyertai kedua jenis impetigo, yaitu demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

      Proses perkembangan gejala impetigo

      • Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi, namun gejala biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari terpapar bakteri. Umumnya jenis impetigo yang lebih sering menjangkiti adalah nonbulosa. Jika Anda atau anak Anda menderita impetigo, hindarilah menyentuh area kulit yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran.
      • Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung. Tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

      Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo bulosa:

      • Kulit melepuh dan berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter yang terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
      • Kulit melepuh yang dalam waktu singkat dapat menyebar ini kemudian pecah dalam beberapa hari.
      • Pecahan kulit yang melepuh kemudian meninggalkan kerak berwarna kuning.
      • Setelah sembuh, kerak kuning tersebut hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

      Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo nonbulosa:

      • Munculnya bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit, namun gatal.
      • Bercak bisa menyebar dalam waktu singkat ketika disentuh atau digaruk, kemudian berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
      • Setelah kerak yang ukurannya sekitar 2 sentimeter ini kering, yang tersisa adalah bekas berwarna kemerahan.
      • Bekas berwarna kemerahan ini dapat sembuh tanpa bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.

        Penyebab 

        • Penyebab penyakit impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.
        • Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang jika orang tersebut memiliki luka sebelumnya, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.
        • Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar bakteri impetigo, di antaranya:
        • Melakukan ativitas yang penuh dengan kontak kulit, misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.
        • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah.
        • Lingkungan yang padat. Bakteri penyakit impetigo lebih mudah menular di lingkungan ramai yang mana intensitas interaksi orang-orangnya tinggi.
        • Anak-anak. Selain karena anak-anak cenderung lebih aktif dan rawan bersentuhan fisik dengan teman-teman bermainnya, sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum terbentuk secara sempurna untuk melawan bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.
        • Suhu lembap dan hangat. Bakteri penyebab impetigo cenderung lebih mudah berkembang biak pada tempat yang memiliki kondisi seperti ini.
        • Membawa bakteri impetigo tanpa disadari. Bakteri Staphulococcus aureus juga dapat berkembang biak di bagian tubuh lainnya, salah satunya hidung. Ketika pembawa bakteri ini memiliki luka di kulit sekitarnya, maka peluang terinfeksi bakteri tersebut menjadi besar.
        • Berpenyakit diabetes. Gejala luka yang dimiliki penderita diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi.

        • Untuk menilai apakah seseorang terkena impetigo atau tidak, biasanya tidak membutuhkan tes di laboratorium karena dokter dapat mendiagnosis penyakit ini hanya dari melihat ciri-ciri kulit yang terinfeksi.
        • Tes laboratorium biasanya dilakukan jika gejala pasien terus memburuk walau telah diberikan obat, untuk mengetahui apakah bakteri tersebut telah resisten terhadap antibiotik atau tidak, atau ketika dokter mencurigai pasien terkena kondisi lain, misalnya penyakit herpes. Herpes disebabkan oleh virus, namun ciri-ciri luka yang timbul pada penyakit impetigo hampir mirip dengan herpes.

        • Pengobatan utama impetigo adalah dengan menggunakan antibiotik. Antibiotik di sini dibagi menjadi dua, yaitu antibiotik oles dan antibiotik minum. Antibiotik oles digunakan jika infeksi yang terjadi masih ringan, berada pada satu area, dan belum menyebar ke mana-mana. Sedangkan antibiotik minum digunakan jika gejala impetigo tidak bisa ditangani lagi dengan antibiotik oles, makin berat dan menyebar.
        • Sebenarnya sebagian besar kasus impetigo bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu hingga tiga minggu tanpa diobati. Namun tujuan pengobatan antibiotik di sini adalah untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko penularan terhadap orang lain.
        • Bagi penderita yang menggunakan antibiotik sangat penting untuk memperhatikan petunjuk dari dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan, baik mengenai tata cara pemakaian, dosis, jangka waktu pemakaian, serta efek samping yang dapat timbul dari pemakaian antibiotik tersebut.
        • Biasanya efek samping penggunaan antibiotik oles terjadi di sekitar area kulit yang diolesi, contohnya adalah rasa gatal, kulit menjadi berwarna kemerahan, dan iritasi. Sedangkan efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi antibiotik minum adalah diare, rasa mual, dan muntah-muntah.
        • Bila Anda telah menggunakan antibiotik dalam jangka waktu seminggu, namun belum mengalami perubahan positif pada gejala, temuilah dokter kembali. Dalam hal ini biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan sampel kulit yang terinfeksi di laboratorium untuk melihat apakah Anda terinfeksi penyakit lain selain impetigo dan memberikan obat yang sesuai.
        • Selain dicurigai terjangkit penyakit kulit lain karena tubuh Anda kurang merespons antibiotik, pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan jika impetigo kerap kambuh. Biasanya hal ini terjadi akibat masih adanya bakteri yang bersarang di area tertentu, seperti hidung, sehingga mudah menginfeksi daerah sekitarnya yang kebetulan mengalami luka. Jika terbukti benar, maka bakteri tersebut harus dibasmi dengan obat antiseptik khusus yang dapat digunakan pada hidung, tentunya melalui resep dokter.

        Komplikasi 

        • Jika tidak ditangani dengan benar, impetigo dapat menyebabkan komplikasi seperti berikut:
        • Penyakit glomerulonefritis. Jika bakteri masuk ke dalam sistem limpa dan aliran darah, maka kesehatan organ ginjal juga dapat terancam. Salah satu komplikasi yang menyerang ginjal ini ditandai dengan sakit kepala atau mual yang terus memburuk, pembengkakan pada tubuh, serta perubahan pada urine.
        • Penyakit ecthyma. Kondisi ini merupakan perkembangan dari gejala impetigo yang sudah sangat parah, yaitu ketika infeksi menyebar lebih jauh ke dalam lapisan kulit dan dapat meninggalkan bekas luka permanen jika tidak diobati. Kulit penderita ecthyma akan dipenuhi bisul bernanah yang terasa sangat gatal, serta kerak-kerak berwarna cokelat gelap.
        • Selulitis. Serangan bakteri impetigo di lapisan kulit dalam juga bisa merusak jaringan kulit dan menyebabkan selulitis atau infeksi kulit lapisan dalam. Jika dibiarkan, bakteri bisa menyebar dari kulit ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
        • Sama seperti jaringan parut pada ecthyma, komplikasi berupa infeksi kulit dan gangguan ginjal juga sangat jarang terjadi. Namun apabila secara kebetulan Anda mengalaminya, maka kondisi ini harus ditangani secara serius dan segera karena jika tidak dapat berakibat fatal.

        Pencegahan

        • Jika bukan penderita impetigo dan ingin menghindari penyakit kulit ini, maka caranya cukup sederhana. Hindari bersentuhan fisik langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan barang dengan mereka, seperti handuk, baju, kasur, atau peralatan makan. Selain itu jagalah kebersihan kulit Anda, terutama jika Anda memiliki luka akibat teriris benda tajam, cakaran, atau bahkan luka akibat penyakit kulit lain, misalnya eksim.
        • Sama halnya jika penderita atau anak  merupakan penderita impetigo, langkah pencegahan harus dilakukan agar tidak menularkan penyakit ini kepada orang lain. Langkah pencegahan yang dimaksud bisa berupa tidak berbagi penggunaan barang-barang dengan orang lain. Anda juga bisa mencuci barang-barang tersebut setelah digunakan agar bakteri mati.
        • Untuk luka atau koreng akibat impetigo, penting untuk tidak tersentuh, apalagi dengan sengaja menggaruknya untuk menghindari kontaminasi bakteri melalui tangan. Hindari kegiatan seperti memasak, mengasuh anak, atau membersihkan rumah hingga infeksi benar-benar pulih.
        • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan apabila selesai mengobati impetigo dengan antibiotik oles dan menutup luka impertigo dengan perban kasa.
        • Penularan impetigo pada anak rawan terjadi di sekolah atau taman bermain, sedangkan pada orang dewasa lebih rawan terjadi di kantor atau fasilitas umum olahraga. Karena itu hindarilah tempat-tempat tersebut selama impetigo belum sembuh atau setidaknya dua hari setelah pengobatan dimulai.

        Gejala dan Penanganan Hemangioma

        Gejala dan Penanganan Hemangioma
        Hemangioma atau kadang disebut dengan tanda stroberi adalah tanda lahir yang muncul di kulit sebagai akibat adanya pembuluh darah lebih atau tidak normal yang berbentuk benjolan elastis dan berwarna merah cerah. Penyakit ini termasuk jenis tumor pembuluh darah. Terkadang hemangioma juga bisa membuat kulit terlihat biru atau ungu jika muncul di lapisan kulit yang lebih dalam.

        Kebanyakan hemangioma muncul di kulit kepala, punggung, dada, atau wajah, namun hemangioma dapat muncul di bagian tubuh manapun. Seiring waktu tanda lahir hemangioma bisa menyusut dan pudar hingga anak berusia 10 tahun.

        • Gejala awal hemangioma biasanya berupa tanda merah rata yang muncul di tubuh dan bisa tumbuh atau berkembang dengan cepat serta membuat kulit menjadi menonjol. Namun setelah itu, hemangioma akan memasuki fase tidak aktif dan hilang secara perlahan. Hemangioma bisa sudah ada pada saat lahir, tapi bisa juga baru muncul setelah anak berusia beberapa bulan.
        • Perbedaan warna kulit akan tetap ada atau bersifat permanen, namun warna tanda lahir akan menjadi pudar atau tidak secerah saat hemangioma muncul pertama kali. Sekitar 50 persen hemangioma sudah pudar saat anak berusia 5 tahun. Temui dokter jika hemangioma terinfeksi, berdarah atau mengalami luka terbuka.

        Penyebab 

        • Sejumlah besar pembuluh darah ekstra yang tidak normal akan berkumpul dan membentuk hemangioma, namun penyebab pasti berkumpulnya pembuluh darah hingga kini masih belum diketahui. 

        Ada beberapa kemungkinan meningkatnya faktor risiko seperti di bawah ini:

        • Genetika atau faktor keturunan
        • Bayi yang terlahir prematur
        • Berjenis kelamin perempuan

        Komplikasi

        • Umumnya hemangioma tidak berbahaya dan terasa sakit, namun dalam beberapa kasus bisa menyebabkan pendarahan, infeksi atau luka terbuka dan terasa sakit.
        • Pada kasus yang jarang terjadi, hemangioma bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, buang air kecil dan besar, penglihatan, serta pendengaran.

        • Kebanyakan hemangioma yang muncul tidak memerlukan perawatan khusus karena tidak menyebabkan gangguan fisik dan akan memudar secara perlahan. Namun hemangioma bisa mengganggu penampilan. Hal itulah yang menjadi alasan beberapa orang tua merasa bahwa perawatan hemangioma itu perlu dilakukan.
        • Perawatan hemangioma juga dapat dilakukan jika pertumbuhannya menyebabkan munculnya masalah, seperti terganggunya penglihatan pada anak, yaitu dengan pemberian kortikosteroid. 
        • Namun perawatan hemangioma dengan kortikosteroid dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti di bawah ini:
        1. Meningkatkan kadar gula darah
        2. Katarak
        3. Gangguan pertumbuhan
        4. Tekanan darah tinggi
        • Selain itu, perawatan hemangioma juga dapat dilakukan dengan operasi laser untuk menghentikan pertumbuhan hemangioma dan mengatasi rasa sakit yang mungkin muncul. Perawatan hemangioma dengan operasi laser juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti berikut:
        1. Pendarahan
        2. Perubahan warna kulit
        3. Terasa sakit
        4. Timbul bekas luka
        • Konsultasikan kepada dokter jika anak Anda menderita hemangioma yang mengganggu dan memerlukan perawatan khusus.

        Gejala Kanker Kulit Squamous Cell Carcinoma dan Bassal Cell Carcinoma

        Gejala Kanker Kulit Squamous Cell Carcinoma dan Bassal Cell Carcinoma

        Squamous Cell Carcinomawp-1493338282996.

        • Gejala ini pada umumnya disebabkan oleh keratosis, leukoplakia, dan berbagai jenis kanker lainnya. Terjadinya luka atau ulcer, merupakan penyebab awal pertumbuhannya menjadi cepat. Pada umumnya squamous cell carcinoma bercampur dengan infeksi purulen, bau busuk, dan rasa sakit. Dalam hal ini, akan banyak dijumpai metastase kelejar getah bening lokal.
        • Pasien squamous cell carcinoma lebih banyak terjadi pada usia 30-50 tahun, sedangkan pasien bassal cell carcinoma cenderung terjadi pada usia di atas 50 tahun.
        • Squamous cell carcinoma dalam waktu yang relatif singkat dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan bassal cell carcinoma pertumbuhannya sangat lambat.
        • Squamous cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh i bagian bibir bawah, bagian hidung, bagian lidah, vulva dan persimpangan lendir kulit.

        Bassal Cell Carcinoma

        • Pada awal terjadinya jenis kanker ini, tidak terdapat gejala apapun. Pada tahap awal pertumbuhannya akan berbentuk papula substrat patch keras, ada juga yang berbentuk menonjol verrucos, dan kemudian pada ulserasi berubah menjadi lesi ulkus, dengan bentuk acak dan bagian tepi menonjol seperti mulut gunung merapi, lalu pada bagian bawah tidak merata dan pertumbuhannya sangat lambat.
        • Basal cell carcinoma dapat dengan mudah tumbuh di bagian rongga mata, pada bagian dalam canthus, bagian hidung, pipi, dahi, dan semua area bagian kepala juga leher.

        Tanda Dan Gejala Kanker Kulit

        wp-1493338282996.Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit risiko kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.

        Tanda dan gejala

        • Muncul bercak pada kulit Mungkin tanpa Anda sadari, tiba-tiba ketika Anda mengamati permukaan kulit, ternyata ada bercak seperti lingkar hitam atau coklat, dan seiring berjalannya waktu bercak tersebut semakin melebar. Jika Anda mengalami hal tersebut, terutama terlebih jika Anda sering terkena sinar matahari secara langsung, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter. Untuk mewaspadai munculnya sel kanker kulit. Pencegahan di awal waktu akan semakin meningkatkan peluang kesembuhan pasien.wp-1493165984434.
        • Muncul benjolan pada kulit Munculnya benjolan pada tubuh merupakan ciri hampir semua penyakit tumor dan kanker. Sehingga, tidak ada salahnya untuk mewaspadai apabila Anda menemukan benjolan pada tubuh. Untuk memastikan arti dari benjolan yang muncul, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan medical check up untuk memastikan apa yang dialami oleh tubuh. Bentuk benjolan yang kurang beraturan atau asimetris. Sehingga antara bentuk bagian kiri dan kanannya terlihat berbeda. Adanya batas pinggiran benjolan yang terlihat tidak rata dan cenderung memiliki tekstur yang kasar. Benjolan memiliki warna yang tidak rata atau bergradasi, misalnya warna gelap di tengah dan warna cokelat muda di bagian pinggir hingga batas tepinya. Besar diameter benjolan yang tidak wajar, bandingkan dengan diameter sebuah pensil. Bentuknya yang berubah-ubah jika diamati secara teliti. Untuk membuktikan hal ini bisa mengambil foto benjolan atau tompel pada hari pertama Anda mengetahuinya. Kemudian lakukan pengambilan foto pada minggu berikutnya, amati apakah ada perubahan bentuk, warna, atau bahkan ukuran.
        • Rasa gatal disertai nyeri di permukaan kulit Rasa gatal disertai nyeri merupakan salah satu tanda bahwa sel kanker mulai menyeran sel kulit yang sehat. Rasa gatal dan nyeri tersebut dapat Anda kenali melalui bentuk luka yang muncul. Permukaan kulit terasa kasar, dan luka lecet pada area gatal terlihat tidak umum. Seperti berlubang dan cenderung mengeluarkan darah terus menerus.
        • Adanya perubahan warna kulit pada area tertentu Kanker kulit ada berbagai macam jenis. Namun yang paling sering terjadi adalah kanker kulit melanoma. Adanya perubahan warna kulit disebabkan oleh sel kanker yang menyerang pigmen pada kulit. Selain itu, paparan sinar UV secara langsung juga dapat mempengaruhi perubahan warna pada kulit, sehingga jika Anda menjumpai ciri perubahan warna kulit menyerupai bercak pada area tertentu, terasa gatal, dan nyeri, serta berwarna coklat kemerahan, sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter. Jangan hanya menganggap bahwa perubahan warna tersebut akibat alergi pada hal tertentu. Karena tidak menutup kemungkinan tanda tersebut merupakan gejala awal kanker kulit terlebih jika Anda memiliki riwayat kanker pada keturunan Anda.
        • Permukaan kulit seperti bersisik Selain muncul bercak, permukaan kulit tempat area sel kanker berkembang akan cenderung kering dan bersisik. Hal ini dikarenakan banyak sel kulit yang rusak sehingga tidak dapat melakukan regenerasi.
        • Tahi lalat yang bertambah ukuran Hampir setiap orang memiliki tahi lalat di tubuh mereka. Meskipun seringkali tahi lalat dianggap sebagai tumor jinak, namun Anda tetap perlu mewaspadai jika tahi lalat tersebut mengalami pertambahan ukuran seiring berjalannya waktu. Bisa saja tahi lalat tersebut merupakan gejala awal kanker kulit. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter apakah tahi lalat tersebut berbahaya atau tidak.
        • Bibir terasa kering Bibir merupakan area paling sensitif. Selain itu, bibir juga merupakan area yang paling memungkinkan terkena paparan sinar UV secara langsung. Gejala kanker kulit dapat berupa bibir yang terasa kering dalam jangka waktu yang cukup lama. Bibir kering tidak hanya diakibatkan kurangnya vitamin C saja namun juga sebagai sinyal bahwa tubuh kita sedang mengalami masalah. Oleh karena itu, untuk memastikan Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

        Pencegahan Kanker Kulit

        • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat-zat kimia termasuk gula pasir dan air mineral.
        • Hindari segala bedak dan handbody lotion yang terbuat dari zat kimia.
        • Hindari terkena sinar matahari secara langsung di atas jam 9 pagi.

        Terapi Herbal Untuk pencegahan

        • Minumlah suplemen yang mampu membersihkan kotoran yang melekat di dinding usus (colon cleanshing). Dalam hal ini yang terbaik, terenak dan termurah adalah kolak waluh (labu parang) tanpa santan. Yang perlu diingat dalam mengonsumsinya harus ditambah air jeruk nipis. minumlah 2 gelas sehari.
        • Buatlah suplemen yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan, seperti juss dari buah tomat sayur, buah anggur, buah wortel, dan taoge kacang hijau. Untuk pembuatan juss, sebaiknya di blender selama 20 menit, jangan berhenti. Tujuannya adalah agar ada injeksi oksigen ke dalam juss. Karena itu harus langsung diminum habis, jangan dibiarkan lam karena oksigennya bisa menguap lagi. Minumlah 2 gelas sehari.
        • Buatkanlah rebusan herbal yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan. Herbal ini antara lain daun benalu mangga, daun benalu teh, daun sukun, daun tapak dara, daun mahkota dewa, temu putih , dll. Minumlah 2 gelas sehari.
        • Buatkanlah rebusan herbal yang lebih keras daripada di atas, Bisa menggunakan mahkota dewa, pace, jintan hitam, dll. minumlah 2 gelas sehari.
        • Buatkanlah bedak dari keladi tikus, ketela pohon tahunan yang beracun. Balurkan bedak ini ke kankernya, 4 – 5 kali sehari.

        Faktor Resiko Dan Penyebab Jerawat atau Acne

        Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan jerawat. Masalah utama adalah perubahan dalam perkembangan sel-sel di dalam folikel rambut, yang mengarah ke pembentukan plug atau blackhead (komedo). steker mengganggu pergerakan normal rambut, sel-sel kulit, dan lemak (sebum), mengakibatkan pembesaran dan akhirnya pecahnya folikel rambut. Sebuah folikel rambut pecah tumpahan isinya minyak dan puing-puing ke dalam kulit di mana itu mengarah ke pembengkakan dan menyebabkan kemerahan (radang).

        • Jenis Jerawat. Jerawat biasa.Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbatterinfeksi oleh bakteri jenispropionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormondan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.
        • Jerawat batu (Cystic acne). Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak, Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normalMemiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit
        • Propionibacterium acnes, jenis bakteri yang biasanya hidup di folikel rambut kulit, juga berperan dalam jerawat. Bakteri ini menghasilkan zat yang menyebabkan kemerahan dan iritasi (radang). Mereka juga membuat enzim yang melarutkan sebum dari kelenjar minyak di kulit menjadi zat menjengkelkan. Zat-zat ini juga membuat peradangan worse.
        • Certain hormon yang disebut androgen merupakan faktor tambahan dalam menyebabkan jerawat. Androgen adalah hormon laki-laki yang hadir dalam laki-laki dan perempuan, tetapi lebih tinggi pada pria. Androgen melakukan dua hal:
        1. Memperbesar kelenjar sebaceous di kulit.
        2. Menyebabkan kelenjar ini untuk meningkatkan sebum (minyak) produksi. produksi sebum meningkat memperburuk pembentukan plug and berfungsi sebagai lebih “makanan” bagi bakteri.

        Pengaruh Hormonal

        • Peningkatan hormon Androgen pada masa pubertas, hal ini yang juga mengakobatkan mengapa remaja tumbuh ketiak dan rambut kemaluan dan mengapa anak laki-laki mengembangkan rambut wajah dan suara yang lebih dalam. Lonjakan hormon ini juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan jerawat pada remaja.
        • Estrogens, yang merupakan hormon wanita, benar-benar dapat membantu meningkatkan jerawat pada anak perempuan. Siklus menstruasi bulanan seorang wanita adalah karena perubahan kadar estrogen dalam tubuhnya. Inilah sebabnya mengapa jerawat pada wanita mungkin lebih baik dan kemudian bertambah buruk saat ia berjalan melalui siklus bulanannya. Seorang dokter mungkin memberikan pengobatan dengan pil KB, yang mengandung bermanfaat estrogens.Because jerawat yang parah dapat berjalan di beberapa keluarga, tampaknya ada kecenderungan bawaan signifikan untuk disease.
        • Folikel rambut: folikel rambut ada di hampir semua kulit kecuali untuk telapak tangan dan telapak kaki. Di dalam folikel, rambut memanjang naik dari lapisan dalam kulit dan keluar dari pori-pori. Dekat permukaan, kelenjar minyak (sebaceous gland) memasuki folikel rambut mana bermuara sebum pada tingkat yang relatif konstan.
        • Sebum melumasi kulit dan memberikan penghalang pelindung untuk mencegah pengeringan. Kulit pada wajah, dada, dan punggung memiliki jumlah sangat besar dari kelenjar sebaceous. Ini adalah daerah di mana lesi jerawat terjadi.

        Jerawat. Ada dua jenis utama dari lesi jerawat: PERADANGAN dan inflamasi.

        • Lesi jerawat PERADANGAN termasuk komedo (opencomedones) dan whiteheads (komedo tertutup). komedo terbuka dan tertutup bersama dengan papula dan pustula disebut sebagai jerawat papulopustular, bentuk peradangan jerawat. jerawat nodular adalah bentuk yang paling parah dari jenis jerawat inflamasi.
        • Jerawat Noninflammatory: jerawat terbuka, komedo hasil dari pembesaran dan pelebaran plug yang terbentuk dari sel-sel minyak dan kulit di dalam rambut follicle.
        • Folikel rambut pori tetap terbuka, memperlihatkan sebuah plug hitam (dikenal sebagai komedo). Warna gelap tidak kotoran di dalam pori-pori. Sebaliknya itu adalah minyak di dalam pori, yang telah menjadi terkena luar air.A ditutup bentuk komedo jika folikel rambut pori tetap tertutup. Plug dalam komedo tertutup atau whitehead karena itu tidak terkena udara luar, dan tidak ada warna hitam berkembang. Komedo tertutup hanya muncul sebagai, benjolan kadang-kadang merah muda kecil di jerawat skin.
        • Inflamasi: lesi jerawat inflamasi terdiri dari noda merah, jerawat juga disebut jerawat (papula, pustula), dan lebih besar, lesi lembut lebih bengkak (nodul) .
        • Papula adalah komedo tertutup, yang telah menjadi merah, bengkak, dan inflamed.Pustules ditutup komedo, yang menjadi meradang dan mulai pecah ke dalam kulit, membentuk kepala pustular dari berbagai ukuran.
        • Nodul. Jerawat dengan ukuran lebih besar, lembut, lesi jerawat bengkak, yang telah menjadi sangat meradang dan pecah di bawah kulit. Jika tidak diobati, ini dapat menghasilkan jaringan parut yang mendalam.

        wp-1465548379109.jpg

        Penelitian Menunjukkan Bahwa Puasa Dapat Meningkatkan Sperma, Testoteron dan Performa Seksual

        Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.

        Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

        Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

        Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim:“Berpuasalah maka kamu akan sehat.”Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

        Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

        wp-1465548379109.jpgBermanfaat dalam pembentukan sperma

        Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

        Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
        Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

        Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

        Inilah Kuman Penyebab Penyakit Menular Seksual

        1494749327177

        Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

        Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
        Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

        Inilah Kuman Penyebab Penyakit Menular Seksual

        • Pathogen Bacteria Associated Disease or Syndrome
          Neisseria gonorrhoeae. Gangguan penyakit Menular seksual Yang Terjadi Urethritis, epididymitis, proctitis, cervicitis, endometritis, salpingitis, perihepatitis, bartholinitis, pharyngitis, conjunctivitis, prepubertal vaginitis, prostatitis, accessory gland infection, disseminated gonococcal infection (DGI), chorioamnionitis, premature rupture of membranes, premature delivery, amniotic infection syndrome
        • Chlamydia trachomatis , seperti keluhan ditambah otitis media, rhinitis, and pneumonia in infants, and Reiter’s syndrome
        • Ureaplasma urealyticumNongonococcal urethritis (NGU)  Mycoplasma genitalium(?) Nongonococcal urethritis  M. hominisPostpartum fever, salpingitis (?)  Treponema pallidumSyphilis  Gardnerella vaginalis
        • Bacterial (“nonspecific”) vaginosis (in conjunction withMycoplasma hominis and vaginal anaerobes, such as Mobiluncusspp.)  Mobiluncus curtisiiBacterial vaginosis  M. mulieris
        • Bacterial vaginosis  Haemophilus ducreyiChancroid  Calymmatobacterium granulomatis
        • Donovanosis (granuloma inguinale)  Shigella spp.Shigellosis in men who have sex with men (MSM)  Campylobacterspp.Enteritis, proctocolitis in MSM  Helicobacter cinaedi(?) Proctocolitis; dermatitis, bacteremia in AIDS  H. fenneliae(?) Proctocolitis; dermatitis, bacteremia in AIDS
        • Viruses
        • HIV-1 and -2HIV disease, AIDS  HSV types 1 and 2Initial and recurrent genital herpes, aseptic meningitis, neonatal herpes  HPV
        • Condyloma acuminata; laryngeal papilloma; intraepithelial neoplasia and carcinoma of the cervix, vagina, vulva, anus, penis  Hepatitis A virus (HAV)
        • Acute hepatitis A  Hepatitis B virus (HBV)Acute hepatitis B, chronic hepatitis B, hepatocellular carcinoma, polyarteritis nodosa, chronic membranous glomerulonephritis, mixed cryoglobulinemia (?), polymyalgia rheumatica (?)  Hepatitis C virus (HCV)
        • Acute hepatitis C, chronic hepatitis C, hepatocellular carcinoma, mixed cryoglobulinemia, chronic glomerulonephritis  Cytomegalovirus (CMV)
        • Heterophil-negative infectious mononucleosis; congenital CMV infection with gross birth defects and infant mortality, cognitive impairment (e.g., mental retardation, sensorineural deafness); protean manifestations in the immunosuppressed host  Molluscum contagiosum virus (MCV)Genital molluscum contagiosum  Human T cell lymphotrophic virus (HTLV-I)Human T cell leukemia or lymphoma, tropical spastic paraparesis  Human herpes virus type 8 (HHV-8)Kaposi’s sarcoma, body cavity lymphoma, multicentric Castleman’s disease
        • Protozoa
          Trichomonas vaginalisVaginal trichomoniasis, NGU  Entamoeba histolyticaAmebiasis in MSM  Giardia lambliaGiardiasis in MSM
        • Fungi atau Jamur
          Candida albicansVulvovaginitis, balanitis
        • Ectoparasites  Phthirus pubisPubic lice infestation  Sarcoptes scabieiScabies

        Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksual

        Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

        Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
        Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

        Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular Seksual didasarkan pada lima strategi utama sebagai berikut:

        1. Pendidikan dan penyuluhan pada orang yang beresiko terhadap cara-cara untuk menghindari STIs melalui perubahan perilaku seksual;
        2. identifikasi asymptomatically infeksi pada orang-orang tanpa gejala untuk mencari diagnostik dan perawatan;
        3. Diagnosis yang efektif dan pengobatan adekuat pada orang yang terinfeksi;
        4. Evaluasi, pengobatan, dan konseling pasangan seks dari orang yang terinfeksi dengan STIs, dan
        5. Preexposure vaksinasi terhadap orang yang berisiko STIs

        PEDOMAN PENCEGAHAN KLINIS

        Pencegahan dan pengendalian STIs didasarkan pada lima strategi utama sebagai berikut:

        1. Pendidikan dan penyuluhan pada orang yang beresiko terhadap cara-cara untuk menghindari STIs melalui perubahan perilaku seksual;
        2. Identifikasi asymptomatically infeksi pada orang-orang tanpa gejala untuk mencari diagnostik dan perawatan;
        3. Diagnosis yang efektif dan pengobatan adekuat pada orang yang terinfeksi;
        4. Evaluasi, pengobatan, dan konseling pasangan seks dari orang yang terinfeksi dengan STIs, dan
        5 Preexposure vaksinasi terhadap orang yang berisiko STIs

        Pencegahan primer STIs dimulai dengan mengubah perilaku seksual yang menempatkan orang-orang berisiko terinfeksi. Penyediaan layanan kesehatan memiliki kesempatan unik untuk memberikan pendidikan dan konseling kepada pasien. Sebagai bagian dari wawancara klinis, penyediaan layanan kesehatan harus secara rutin dan teratur mendapatkan sejarah seksual dari pasien. Konseling secara terampil, ditandai dengan hormat, kasih sayang, dan sikap menghormati terhadap semua pasien, sangat penting untuk mendapatkan riwayat seksual menyeluruh dan untuk memberikan pesan-pesan pencegahan efektif.

        Vaksinasi. Vaksinasi Preexposure adalah salah satu metode yang paling efektif untuk mencegah penularan dari beberapa STIs. Misalnya,karena infeksi hepatitis B virus, vaksinisasi hepatitis B dianjurkan untuk semua yang tidak divaksinasi. Vaksin quadrivalent terhadap human papillomavirus (HPV tipe 6, 11, 16, 18) sekarang tersedia dan berlisensi untuk perempuan berusia 9-26 tahun. Vaksinisasi lain untuk STIs sedang dalam tahap penelitian4.

        Kondom. Ketika digunakan secara konsisten dan benar, kondom sangat efektif dalam mencegah penularan infeksi HIV dan dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual lainnya, termasuk klamidia, gonore, dan trikomoniasis, dan mungkin mengurangi risiko wanita mengembangkan penyakit radang panggul (PID). Menggunakan kondom bisa mengurangi risiko penularan herpes simplex virus-2 (HSV-2), meskipun data untuk efek ini lebih terbatas Penggunaan kondom bisa mengurangi resiko penyakit HPV terkait (misalnya, ruam genital dan kanker seviks dan mengurangi konsekuensi yang merugikan dari infeksi HPV, seperti telah dikaitkan dengan tingginya tingkat regresi cervical intraepithelial neoplasia (CIN ), dan dengan regresi lesi penis terkait HPV pada laki-laki. Sejumlah studi terbatas prospektif telah menunjukkan efek perlindungan kondom pada HPV kelamin; suatu penelitian prospektif baru-baru ini di kalangan perempuan aktif secara seksual perguruan tinggi yang baru menunjukkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten dikaitkan dengan penurunan 70% risiko untuk penularan HPV9. Tingkat kerusakan kondom selama hubungan seksual dan penarikan sekitar dua kondom patah per 100 kondom digunakan di Amerika Serikat. Kegagalan kondom untuk melindungi terhadap penularan PMS atau kehamilan yang tidak diinginkan biasanya hasil dari penggunaan yang tidak konsisten atau tidak benar daripada kondom. Pasien harus diberitahu bahwa kondom harus digunakan secara konsisten dan benar untuk menjadi efektif dalam mencegah PMS, dan mereka harus diinstruksikan dalam penggunaan kondom yang benar

        .

        www.dokterindonesiaonline.com

        Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

        Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

        4 Tanda dan Gejala Penyakit Menular Seksual Herpes 

        Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

        Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
        Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

        4 Tanda dan Gejalab Penyakit Menular Seksual  Herpes 

        Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes kelaim). Penyebab herpes ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, pakaian.

        Tanda dan Gejala

        1. Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutan dan sakit.
        2. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar.
        3. Herpes timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan dengan orang yang mempunyai penyakit tersebut.
        4. Tetapi antara 5-10 hari, gejala ini akan hilang dan muncul kembali. Gelaja ini timbul tergantung tergantung daya tahan tubuhnya.
        www.dokterindonesiaonline.com

        Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

        Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved