3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

Penelitian di University of Kentucky meneliti  14.000 pria untuk memberikan pendapatnya. Dari jumlah tersebut, ternyata ada 45 persen pria yang mendambakan penis lebih panjang. Tetapi pilihan untuk menjalani operasi pembesaran penis atau penoplasty  ternyata bukanlah satu-satunya opsi. Tetnyata pria harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menjalani operasi. Obsesi pria dengan ukuran penis bisa menjadi gejala dari masalah psikologis yang serius. Kebanyakan pria yang mengira mereka memiliki penis kecil, padahal sebenarnya tidak. Hasil studi memang bisa bervariasi, namun penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penis tegak memiliki panjang berkisar dari 13-16 centimeter. Kebanyakan pria yang menganggap penis mereka terlalu kecil memiliki sindrom dismorfik penis. Bagi mereka, lebih baik mendatangi psikiater dan bukan ahli bedah.

3 Cara Untuk Memperbesar Penis Secara Alami

  1. Menata dan bercukur. “Memoles” rambut kemaluan bisa langsung membuat bagian vital pria terlihat lebih besar. Gunting atau pisau cukur, dan mulailah memangkas bulu yang menutupi bagian pangkal penis, hingga lebih banyak bidang yang bisa terlihat. Hal ini mungkin menjadi cara tercepat dan termudah yang bisa dilakukan, untuk melihat perubahan ukuran penis. Hanya dalam hitungan detik.
  2. Kurangi berat badan. Kelebihan berat badan tidak hanya membuat penis terlihat kerdil, tapi juga merusak kehidupan percintaan. Sebab, badan yang gemuk tentu akan mempersulit aktivitas seks. Perut buncit yang menganjal membuat pria tak bisa secara maksimal melakukan penetrasi penis terhadap pasangannya.  Jika saja, kelebijan lemak itu dapat dihilangkan, terutama pada areal yang menyelimuti tulang kemaluan, maka penis akan terlihat lebih panjang. Upaya pria gemuk untuk melakukan diet dan berolahraga teratur demi penurunan berat badan, diperkirakan mampu menambah panjang penis hingga 2,5 centimeter.
  3. Ginkgo Biloba. Ginkgo adalah tanaman yang berasal dari daratan China. Sejak ribuan tahun lalu, khasiat tanaman ini dipercaya dapat mengobati beragam masalah kesehatan. Salah satu khasiatnya yang paling dikenal adalah untuk mengatasi gangguan ingatan. Ginkgo mampu meningkatkan aliran darah ke penis. Hal ini membantu para pria yang mengalami kondisi sirkulasi darah yang buruk. Dengan aliran darah maksimal ke penis, maka ukuran penis pun menjadi lebih besar. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendasari saran ini, namun para periset di University of California menemukan fakta, gingko paling efektif membantu pria dengan disfungsi seksua
Advertisements

Gejala dan Penanganan Batu Kandung Kemih

Gejala dan Penanganan Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih atau bladder calculi adalah batu yang terbentuk dari endapan mineral yang ada di dalam kandung kemih. Ukuran batu kandung kemih sangat bervariasi dan semua orang punya risiko untuk memiliki batu kandung kemih. Tapi laki-laki lanjut usia, biasanya lebih dari 52 tahun, lebih sering mengalaminya, terutama mereka yang menderita pembesaran prostat.

Saluran urine bisa tersumbat oleh batu kandung kemih. Terhalangnya saluran urine tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil, dan kesulitan berkemih atau tidak bisa berkemih sama sekali.

Infeksi dan komplikasi lainnya bisa saja terjadi jika batu kandung kemih tidak ditangani. Biasanya, Anda memerlukan bantuan dokter untuk mengeluarkan batu kandung kemih dari tubuh. Namun batu kandung kemih berukuran kecil bisa saja keluar bersamaan dengan urine.

  • Beberapa gejala dirasakan mayoritas penderita batu kandung kemih karena batu menyumbat saluran urine atau hanya melukai dinding kandung kemih. 
  • Rasa nyeri saat buang air kecil.
  • Darah dalam urine.
  • Urine terlihat lebih pekat dan gelap.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Keinginan buang air kecil semakin sering.
  • Buang air kecil tidak lancar atau tersendat-sendat
  • Perut bagian bawah terasa nyeri.
  • Penis terasa tidak nyaman atau sakit.
  • Pada anak-anak ada dua gejala tambahan batu kandung kemih yaitu ereksi kuat dan menyakitkan yang tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual pada anak laki-laki dan mengompol.
  • Bila ukuran batu kandung kemih bisa cukup kecil untuk bisa keluar bersama dengan urine, kadang batu kandung kemih tidak bergejala. Segera berkonsultasi dengan dokter jika  merasa ada perubahan frekuensi buang air kecil, darah pada cairan urine Anda, dan rasa sakit yang kuat di bagian perut.

Penyebab 

  • Ketidakmampuan untuk membuang seluruh urine dari dalam kandung kemih menjadi penyebab utama terbentuknya batu dalam kandung kemih. Mineral dalam sisa urine di kandung kemih akan mengendap dan kemudian mengeras serta mengkristal menjadi batu. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan terbentuknya batu kandung kemih, yaitu:
  • Pembengkakan. Terbentuknya batu kandung kemih bisa terpicu oleh  bengkaknya kandung kemih. Pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan terapi radiasi di area panggul.
  • Pembesaran prostat. Kelenjar prostat pada kebanyakan pria berusia di atas 50 tahun akan membesar dan menekan saluran kemih serta menghalangi aliran normal urine dari kandung kemih. Hal ini menyebabkan risiko terbentuknya batu kandung kemih membesar.
  • Sistokel. Ini terjadi pada wanita yang mana salah satu area dinding kandung kemih melemah atau mengendur dan jatuh ke arah vagina. Kondisi ini akan menjebak aliran urine sehingga urine mengendap membentuk batu kandung kemih.
  • Alat-alat medis. Kateter urine atau alat KB, kadang bisa menjadi penyebab terbentuknya batu kandung kemih. Mineral dalam urine sering mengkristal di permukaan alat-alat medis tersebut.
  • Diet. Risiko terbentuknya batu kandung kemih akan lebih tinggi ketika diet tinggi lemak, gula, atau garam dilakukan dan asupan vitamin A dan B rendah. Kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu kandung kemih.
  • Rusaknya Saraf Kandung Kemih. Ketika saraf pengontrol kandung kemih rusak, maka urine bisa tidak sepenuhnya dibuang keluar tubuh. Kondisi rusaknya saraf inilah yang biasa disebut kandung kemih neurogenik. Kerusakan ini bisa disebabkan cedera serius pada tulang belakang atau akibat penyakit saraf seperti spina bifida.
  • Batu ginjal. Karena proses pembentukannya yang berbeda, batu ginjal tidak sama dengan batu kandung kemih. Tapi biasanya batu ginjal berukuran kecil bisa turun masuk ke dalam kandung kemih dan menjadi batu kandung kemih.
  • Divertikel kandung kemih. Kondisi yang mana terbentuknya kantong pada dinding kandung kemih saat lahir. Kantong kemih tambahan ini juga bisa terbentuk akibat infeksi atau pembesaran prostat. Hal ini menyebabkan pengidap divertikel kandung kemih kesulitan untuk mengosongkan urine dan terbentuk batu kandung kemih.
  • Operasi pembesaran kandung kemih. Lima persen orang yang menjalani operasi pembesaran kandung kemih akan mengidap batu kandung kemih.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk menentukan apakah seseorang memiliki batu kandung kemih, yaitu:

  • Spiral CT Scan. Dianggap sebagai tes paling tajam untuk mendeteksi batu kandung kemih. Spiral CT Scan bisa mendeteksi berbagai jenis batu kandung kemih dengan ukuran kecil sekalipun.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian perut bawah untuk melihat apakah kandung kemih membesar.
  • Pencitraan Sinar-X. Menggunakan bantuan sinar-X untuk memeriksa kandung kemih memang bisa mendeteksi batu kandung kemih, namun beberapa tipe batu tidak dapat dideteksi oleh sinar-X. Pencitraan sinar-X juga bisa dikombinasikan dengan pemeriksaan pyelogram intravena, yang menggunakan suntikan senyawa kontras ke urat nadi. Zat kontras akan  mengalir ke ginjal, ureter, serta kandung kemih. Zat ini memberi warna pada saluran urine agar bisa terlihat saat pencitraan sinar-X.
  • Analisis urine. Dokter akan meminta contoh cairan urine Anda dan memeriksa jumlah kandungan darah, bakteri dan mineral yang mengkristal. Pemeriksaan urine juga dapat membantu mendeteksi infeksi saluran kemih yang bia menjadi penyebab batu kandung kemih.

Ultrasound. Tes dengan memanfaatkan gelombang suara i6ni juga bisa membantu dokter mengetahui posisi batu kandung kemih.

  • Jika menurut diagnosis, batu yang ada di dalam kandung kemih berukuran cukup kecil mungkin dokter akan menyarankan untuk minum air putih 1200 mililiter sehari. Tujuannya agar batu kandung kemih tersebut ikut terbawa keluar oleh urine. Namun jika ukurannya cukup besar ada beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan batu kandung kemih dari tubuh.
  • Tindakan cystolitholapaxy untuk menghancurkan batu di dalam kandung kemih hingga menjadi kepingan kecil dengan laser, ultrasound, atau alat mekanis. Setelah batu menjadi kepingan kecil, dokter akan mengeluarkannya bersamaan dengan urine. Penderita akan berisiko terkena infeksi dan cedera pada kandung kemih jika menggunakan prosedur ini. Dokter akan memberikan antibiotik sebelum prosedur dimulai untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Pembedahan. Prosedur pembedahan ini dilakukan jika batu kandung kemih terlalu besar dan terlalu keras untuk dikeluarkan dengan cara cystolitholapaxy.
  • Sepuluh persen pasien bedah batu kandung kemih memiliki risiko komplikasi infeksi kandung kemih dan uretra. Umumnya dokter akan memberikan antibiotik jika muncul gejala infeksi kandung kemih dan uretra.
  • Karena air putih mampu melarutkan endapan mineral dalam kandung kemih, disarankan agar minum banyak air mineral untuk mencegah pembentukan batu kandung kemih. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jumlah konsumsi air yang cukup, karena jumlah air tergantung dari ukuran tubuh, aktivitas, usia, dan tingkat kesehatan masing-masing orang.

Gejala dan Penanganan Batu Ginjal

Gejala dan Penanganan Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

  • Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.
  • Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Gejala batu ginjal yang bisa muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual.
  • Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.

Penderita batu ginjal di Indonesia

  • Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Lima provinsi yang menduduki posisi tertinggi masalah penyakit batu ginjal di antaranya adalah DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

  • Dalam mendiagnosis batu ginjal, berdasarkan riwayat keluhan pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
  • Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU)

  • Pengobatan penyakit batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.
  • Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien.

Pencegahan 

  • Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih tiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal, seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.
  • Selain dengan minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat tertentu, pencegahan batu ginjal juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan untuk mencegah kambuh bagi mereka yang sebelumnya pernah menderita batu ginjal.

Gejala dan Penanganan Batu Ginjal

Gejala dan Penanganan Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

  • Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.
  • Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Gejala batu ginjal yang bisa muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual.
  • Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.

Penderita batu ginjal di Indonesia

  • Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Lima provinsi yang menduduki posisi tertinggi masalah penyakit batu ginjal di antaranya adalah DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

  • Dalam mendiagnosis batu ginjal, berdasarkan riwayat keluhan pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
  • Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU)

  • Pengobatan penyakit batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.
  • Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien.

Pencegahan 

  • Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih tiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal, seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.
  • Selain dengan minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat tertentu, pencegahan batu ginjal juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan untuk mencegah kambuh bagi mereka yang sebelumnya pernah menderita batu ginjal.

Inilah Gejala Yang Terjadi Bila Terjadi Impoten


Inilah Gejala Yang Terjadi Bila Terjadi Impoten

  1. Gejala utama seorang pria yang mengalami impotensi meliputi sulitnya penis mencapai ereksi, sulitnya penis bertahan di posisi ereksi, serta penurunan gairah seksual. Impotensi atau disfungsi ereksi bukan merupakan masalah serius apabila hanya dialami sesekali. Namun apabila gejalanya tidak kunjung hilang, maka hal ini bisa jadi merupakan tanda peringatan bahwa Anda sedang menderita kondisi serius, seperti diabetes atau penyakit jantung koroner.
  2. Jarang bercinta. Susah ereksi saat bersama istri tetapi tak menemui kendala saat sedang masturbasi? Ini bisa jadi disfungsi ereksi. Mayoritas pakar juga mengatakan lebih dari 50 persen pemicu kegagalan ereksi adalah kondisi ini. Biasanya berkaitan dengan stres yang berkaitan dengan performa hubungan seks.
  3. Seks terlalu singkat. Disfungsi ereksi juga bisa muncul ketika kualitas seks Anda menurun. Hal ini ditandai dengan ereksi yang tidak terlalu keras atau hubungan seks yang terlalu singkat.
  4. Terlalu banyak ereksi. Menariknya, indikator lain dari impotensi tidak semata karena kurangnya ereksi atau ereksi yang terlalu lemah, tetapi juga kebanyakan ereksi di tengah malam. Untuk mengetes apakah ereksinya disebabkan oleh impotensi atau tidak, banyak pakar yang merekomendasikan ‘postage stamp test’ di mana Anda diminta menempelkan beberapa lembar perangko mengelilingi batang penis Anda. Jika keesokan pagi perangko-perangko ini rusak berhamburan, artinya penis Anda berfungsi saat Anda tertidur dan ini bisa berarti Anda mengalami disfungsi ereksi.
  5. Sakit gigi. Sebuah studi dari Taiwan mengungkapkan, pria impoten berpeluang 79 persen lebih besar untuk didiagnosis dengan penyakit periodontal kronis. Sebab studi tersebut mengatakan kesehatan gigi yang buruk dapat memicu masuknya bakteri ke dalam pembuluh darah dan mengganggu alirannya, termasuk yang ke kemaluan.
  6. Kebanyakan obat kuat. Nyatanya masturbasi dan menonton konten porno secara berlebihan tidaklah menyebabkan impotensi lho. Justru kondisi ini bisa dipicu oleh konsumsi obat kuat seperti Viagra yang berlebihan. Seperti diutarakan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine di tahun 2012, konsumsi Viagra bisa membuat seorang pria mengalami ketergantungan pada obat ini lalu meningkatkan risiko disfungsi ereksi jika sewaktu-waktu tidak meminumnya.